| Program Pascasarjana (Magister, S2) |
Sistem Studi
| ❊ | Kurikulumnya mengacu Sistem Kredit Semester, serta mutu kurikulumnya dirancang sedemikian rupa mengacu terhadap kurikulum nasional (kurikulum inti), demikian pula mengacu perkembangan pengetahuan, teknologi, serta seni, dan kepentingan terhadap studi utk meningkatkan ke kuliah formal yang lebih tinggi dan profesionalitas dunia karier. | | ❊ | Tamatan Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) juga bisa aktif berperan-serta pada kelompok kerja; sanggup berkomunikasi dgn para pakar pada rumpun keilmuan yang tidak sama dan mendayagunakan bantuan mereka; bisa mendayagunakan secara efektif sumber-sumber daya yang ada; sanggup memulai rintisan pembentukan unit wiraswasta berdasarkan bidang kepandaiannya, bisa mengikuti perkembangan baru di bidang ilmunya, menyelenggarakan penelitian, atau mengikuti prodi di tingkat lebih lanjut. | | ❊ | Tamatan Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) memperoleh kesanggupan di dlm menuntaskan problem beserta mengembangkan ilmu serta pengetahuannya. Hal ini karena tamatan Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) ditargetkan utk menjadi Magister/Master (S2) disesuaikan dengan kekhususan / spesialisasinya, yang bisa memajukan identitas dirinya dengan pembekalan pengetahuan, teknologi, dan seni. | | ❊ | Kompetensi tamatannya di dlm menangani tiap masalah, bisa mengungkap struktur dan inti problem dan menetapkan prioritas tahapan-tahapan penanganan jawabannya; mengetahui serta dapat mendayagunakan kegunaan teknologi informasi; bisa mendayagunakan ilmu; cakap dan terampil disesuaikan dengan bidang ilmunya; dapat menuntaskan masalah secara logika, mendayagunakan data/informasi yang disediakan; bisa menggunakan konsep-konsep utk menerangkan hal-hal yang tidak/kurang jelas; sanggup mandiri dalam berkarir serta berupaya. | | ❊ | Sekiranya tidak lulus suatu matakuliah, mhs magister / pascasarjana / s2 (hybrid) bisa mengulang di periode atau semester/tahun berikutnya tanpa ditarik biaya tambahan. | | ❊ | Kompetensi dasar tamatan Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) yaitu memperoleh mutu dan integritas intelektual; berdaya saing tinggi baik secara akademis demikian juga moral; bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan; menyadari bahwa ilmu serta pengetahuan secara konsisten maju serta berkembang; sanggup menelusuri dan mempunyai informasi ilmiah; mengetahui cara serta bisa secara konsisten belajar. | | ❊ | Tamatan Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) juga dibekali dengan ilmu, etika akademik dan profesi, kesanggupan serta kepiawaian utk mengelola tim/organisasi secara luas pada bidang yang sesuai bidang ilmunya; kesanggupan bekerjasama dalam tim, kesanggupan memahami pengetahuan terhadap etika, kesanggupan memahami ilmu berdasarkan bidang ilmunya, beserta dibekali dengan kesanggupan utk mendayagunakan teknologi informasi serta komunikasi utk kebutuhannya. | | ❊ | Tamatan Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) memperoleh kesanggupan memajukan sikap mental piawai yang berorientasi pd pemecahan masalah mengacu alur berpikir-sistem; ; sanggup mengembangkan kajian-kajian teoritis konsepsional paling mutakhir; mempunyai kesanggupan melakukan beragam penelitian dasar demikian juga terapan; mendapatkan kesanggupan penguasaan teori yang kuat beserta aplikasinya, dan kesanggupan profesional dan cara pandang yang luas. | | ❊ | Mhs bisa menuntaskan kuliah tepat pada waktunya (sebagaimana masa studinya) karena sistem studinya diselenggarakan dgn kompeten. Di samping kuliah bertatap muka langsung berhadapan dng dosen pengajar, sistem studinya juga diselenggarakan dengan mendayagunakan bermacam-macam metode efektif melalui tugas perorangan terarah, tugas kelompok yang komunikatif, dan diakhiri dengan bimbingan pengerjaan tesis yang terarah, terprogram dan terjadwal. Sistem kuliah formalnya pantas utk karyawan yang sibuk dgn pekerjaannya demikian juga bagi yang belum kerja. | | ❊ | Bagi mhs magister / pascasarjana / s2 (hybrid) yang sudah kerja dibolehkan absen (tidak hadir) di kelas/pelajaran utk beberapa pertemuan, andaikata mhs tsb menerima giliran kerja lembur, atau kerja dgn sistem penggantian waktu / shift, giliran ke luar kota/negeri, dengan melalui tata cara tertentu. |
Beban Studi & Masa Perkuliahan Beban studi dan masa studi yang harus ditempuh mahasiswa program pascasarjana mengikuti standar yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu : Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 (silakan klik) tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
| | Untuk | Beban Studi (SKS yang ditempuh) | Masa Studi | Lulusan S1 semua jurusan melanjutkan ke MM (S2) | Magister Manajemen (MM) = 54 - 72 sks | 3 - 4 semester | Lulusan S1 semua jurusan melanjutkan ke MH (S2) | Magister Ilmu Hukum (MH) = 54 - 72 sks | 3 - 4 semester | Lulusan S1 semua jurusan melanjutkan ke MPd (S2) | Magister Pendidikan (MPd) = 54 - 72 sks | 3 - 4 semester |
Dapat Pekerjaan BaruMhs (peserta studi) Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) yaitu person yang sudah kerja demikian juga person yang belum bekerja.
Para mhs ini secara konsisten menyatukan diri dan saling memberikan bantuan menuntaskan kesulitan masing-masing. Baik kesulitan di dlm kerja, akademik, dana/keuangan, demikian juga problem lainnya. Demikian pula dgn tamatannya, mendapatkan ikatan yang kuat utk saling memberikan bantuan sesama tamatannya.
Selama ini mhs yang sudah berkarir, secara konsisten bisa mengembangkan karir serta penghasilannya selama studi. Mereka mempunyai perbaikan karir serta perbaikan penghasilan dari rekan-rekan mhsnya.
Kendatipun demikian saat ini mhs yang belum kerja, akan menerima pekerjaan dari lainnya demikian juga tamatannya, apalagi rekan-rekan mhs yang sudah bekerja (sbg nelayan, abdi negara, pemilik usaha, eksekutif, pegawai, dll-nya).
Penyelesaian Mantap (Pilihan Pintar)
Jadi, bagi Sarjana (lulusan S-1) yang sudah bekerja dan relatif kesulitan dalam memajukan karir dan memajukan penghasilan. Maka mengikuti Program S2 (MM, MH, MPd) (Hybrid) / Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) ini yaitu penyelesaian jitu utk mengembangkan diri. Yaitu memajukan kuliah formalnya beserta mengembangkan pengalaman, karir, dan penghasilan.
Bagi Sarjana (lulusan S-1) yang belum berkarir dan relatif kesulitan di dlm menerima pekerjaan. Maka mengikuti Program S2 (MM, MH, MPd) (Hybrid) / Program Magister / Pascasarjana / S2 (Hybrid) ini yaitu penyelesaian jitu utk mempunyai kerja. Yaitu mengembangkan pengalaman melalui mereka (rekan-rekan mhsnya) yang sudah kerja, dan akhirnya menerima pekerjaan dari lainnya demikian juga dari tamatan atau pihak lainnya. beserta memajukan kuliah formalnya ke jenjang yang lebih tinggi (S-1 (Sarjana) atau D-3 / Diploma Tiga atau Magister (S2)) di institusi perguruan tinggi swasta tsb. |
| |
|